Memutuskan Tali


Mari bercerita sedikit.

Sebelum manusia diturunkan ke bumi, mereka dibekali sebuah tali oleh Tuhan.
Talinya akan bertambah panjang seiring bertambahnya usia manusia.
Tuhan bilang, siapapun yang dapat menjaga talinya tanpa terpotong sedikit pun sampai ajal menjemput, maka ia akan bertemu surga.
Sebaliknya, bagi yang tidak bisa menjaga tali tersebut maka nerakalah untuknya.
Catatan, ketika sebuah tali terpotong, maka manusia penjaga tali yang terpotong tersebut akan mati.

Kebanyakan manusia mendambakan umur panjang, serta kehidupan dunia yang bahagia.
Di sisi lain, ada satu manusia yang sering berpikir untuk memotong tali miliknya.
Tidak peduli tentang surga atau neraka, bahkan berpikir untuk terlahir ke dunia saja dia tidak ingat.

Di tangannya, ada banyak cara untuk memotong tali miliknya.
Tapi dia selalu urung, dia pikir beban yang dia rasakan tak akan benar-benar hilang sekalipun dia potong talinya. 
Sampai akhirnya tali tersebut cukup panjang, sepanjang usianya.
Dia bertahan hidup dengan tali tersebut, dan dia tidak berbahagia dengan hidupnya.
Dibalik usia panjangnya, setiap hari dia digerogoti pikiran-pikiran seperti,
"Hari ini potong talinya jangan ya?"
"Bagaimana cara yang tepat untuk memotongnya?"
"Ah, percuma. Aku akan tetap menyusahkan orang lain."

Begitulah.
Usia panjangnya hanya merupakan hasil pertahanan dirinya terhadap pikiran akan memotong tali.
Membayangkannya aku jadi ingin memberi manusia tersebut kekuatan.
Sayangnya hanya ada satu kekuatan untuk satu pilihan.
Entah kekuatan untuk memotong tali atau kekuatan untuk menjalani hidupnya. 
Kita semua tidak ada yang tahu kekuatan mana yang akan mendapatkannya.

Comments

Popular posts from this blog

My Blog's Name

"Biarin Aja, Dia Emang Kayak Gitu"